Ketua Tim PkM, Apt. Aris Widayati, M.Si., Ph.D., yang juga dosen Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), bersama anggota tim dari berbagai disiplin ilmu, yakni Dr. Lis Noer Aini, MP (dosen Prodi Agroteknologi UMY) dan Dr. Apt. Erna Tri Wulandari, M.Si. (dosen Prodi Farmasi USD), memfokuskan pada pemberdayaan warga dengan memperkenalkan teknik pertanian yang ramah lingkungan dan peningkatan kemampuan dalam mengolah hasil pertanian. Inovasi dalam Budidaya dan Pengolahan Jahe
Salah satu hal baru yang dikenalkan oleh program ini adalah cara menanam jahe dengan menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan, seperti kompos dan pupuk organik cair, yang dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan daun-daun kering, kotoran ternak, dan limbah dapur. Ini menjadi solusi bagi para petani dalam meningkatkan kualitas tanah tanpa bergantung pada pupuk kimia.

Tak hanya itu, Tim PkM juga melatih anggota Kelompok Warga Tani Pulesari dalam mengolah jahe menjadi produk pangan bernilai jual tinggi, seperti jahe instan, sirup jahe, roti bolu jahe, dan roti cookies jahe. Dengan adanya produk olahan ini, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, serta membuka pasar baru yang lebih luas. Kampung Jahe Pulesari: Menyongsong Agrowisata
Sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang, Tim PkM juga membantu kelompok tani untuk mempersiapkan Kampung Jahe Pulesari sebagai destinasi agrowisata. Program ini bertujuan untuk menarik wisatawan dengan konsep integrated farming agrotourism, yang menggabungkan kegiatan pertanian dengan edukasi bagi pengunjung tentang cara budidaya jahe dan manfaatnya bagi kesehatan.
Sebagai langkah awal, tim juga mendampingi kelompok dalam pengurusan izin produk, yakni PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), untuk menjamin keamanan dan kualitas produk yang dihasilkan. Tak lupa, branding "Kampung Jahe Pulesari" diluncurkan, dengan memasang papan nama yang mencantumkan logo DRTPM Kemendikbud Ristek Dikti sebagai bentuk penghargaan terhadap pihak yang telah mendanai program ini.
Harapan dan tindak lanjut setelah program ini selesai adalah melanjutkan upaya branding dan digital marketing untuk memperkenalkan Kampung Jahe Pulesari sebagai destinasi wisata edukasi yang menarik. Diharapkan, melalui kegiatan ini, warga Pulesari dapat merasakan manfaat langsung dalam bentuk peningkatan perekonomian dan kesejahteraan, serta menciptakan inovasi baru yang mendorong perkembangan wilayah secara berkelanjutan.
Dengan adanya program PkM ini, diharapkan bahwa para petani di Kampung Jahe Pulesari dapat menjadi lebih mandiri dan berhasil dalam mengembangkan usaha mereka, baik dalam sektor pertanian maupun produk olahan berbahan dasar jahe, yang tentu dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat.