Pengembangan Herbal Garden sebagai destinasi wisata edukasi tanaman herbal di Kampung Jahe Pulesari Gunungkidul

 

Tim Pengabdi dari Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LPM UMY) melangsungkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan pendanaan internal dari UMY tahun 2025 skema PKM Riset Terapan di Kampung Jahe Pulesari, Padukuhan Pugeran yang terletak di Kalurahan Semoyo, Kapanewonan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan PKM ini mengusung tema Pengembangan Herbal Garden sebagai destinasi wisata edukasi tanaman herbal dan untuk peningkatan pendapatan masyarakat setempat melalui kelompok KWT yang mengelola Kampung Jahe Pulesari. Tim pengabdi dari Prodi Farmasi UMY terdiri dari: apt. Aris Widayati, M.Si., PhD sebagai ketua Tim, sedangkan sebagai anggota Tim adalah apt. Rima Erviana, PhD. dan Nanang Kurniawan, ST. 

Kampung Jahe Pulesari adalah sebuah kampung yang tadinya bernama Kampung Pulesari yaitu wilayah RT.03 Padukuhan Pugeran, Kalurahan Semoyo, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Nama Kampung Jahe terlahir setelah ketua pengabdi melalui pendanaan dari DRTPM kemendikbudristek tahun 2024 yang bermitra dengan KWT Pulesari menginisiasi sebuah kampung jahe di kampung Pulesari ini, dan sekarang disebut sebagai “ Kampung Jahe Pulesari “

Acara PKM di Kampung Jahe Pulesari ini diadakan secara berkesinambungan dari bulan Januari 2025 hingga bulan Mei 2025. PKM skema terapan kali ini dilatar belakangi oleh adanya berbagai jenis tanaman herbal yang banyak tumbuh di pekarangan warga yang dibiarkan liar dan tidak diurus dengan serius, kemudian di kumpulkan dan di koleksi oleh warga Kampung Jahe Pulesari dalam sebuah kebun milik salah satu warga yang di hibahkan pengelolaananya  sehingga oleh pengusul diinisiasi menjadi sebuah kebun herbal yang kemudian dinamai dengan Herbal Garden Pulesari. Herbal Garden Pulesari ini menjadi spot wisata tambahan di Kampung Jahe Pulesari.

Melalui PKM ini kami menyerahkan berbagai jenis tanaman obat untuk melengkapi koleksi di Kebun Herbal tersebut, yang tadinya hanya berjumlah sekitar 40 koleksi menjadi 130 jenis tanaman herbal dan kedepannya akan terus di tingkatkan lagi jumlah koleksi jenis tanamannya lagi hingga mencapai lebih dari 200 jenis koleksi tanaman. Dengan banyaknya koleksi jenis tanaman obat maka akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan dapat dijadikan tempat belajar alternatif bagi siswa SD, SMP dan SMA. Pada tanaman tersebut dibuatkan plang nama dengan sistem barcode. Barcode tersebut dapat di scan dan akan timbul informasi tentang tanaman obat rersebut yang berisikan informasi nama lokal, nama latin, manfaat dan cara pengolahannya. Dalam kegiatan PKM ini juga diadakan acara pemagaran kawasan kebun herbal dengan bambu yang dibeli dari salah satu warga dan dikerjakan secara gotong royong.

Hebal Garden Pulesari ini pengelolaanya di serahkan kepada remaja Kampung Jahe Pulesari yang tergabung dalam remaja karang taruna. Untuk mempersiapkan remaja karang taruna tersebut menjadi tour guide yang handal di Herbal Garden Pulesari maka pada kegiatan PKM ini diadakan pelatihan secara mendalam tentang jenis, cara pemeliharaan, manfaat dan cara mengolah tanaman obat kepada para remaja tersebut secara intensif tiap pekan.

Dengan kegiatan PKM ini diharapkan Masyarakat Kampung Jahe Pulesari melalui Herbal Garden Pulesari dapat lebih menarik pengunjung baik pengunjung warga umum atau pengunjung pelajar untuk dapat belajar mengenali berbagai tanaman herbal dan memanfaatkan tanaman herbal itu sendiri untuk kesehatan sehingga pengetahuan tentang tanaman herbal dapat meningkat. Dengan banyaknya pengunjung yang datang ke Kampung Jahe Pulesari dengan sendirinya akan meningkatkan ekonomi warga secara keseluruhan.